Beranda » Politik » FORUM KOMUNIKASI MUSLIM INDONESIA (FORKAMI)

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 09:29:26 WIB
FORUM KOMUNIKASI MUSLIM INDONESIA (FORKAMI)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 101 kali

Update Info :

Rabu 14 Agustus 2019. Jam 19.50.
Yasmin Sektor 6, Kel. Curug Mekar, Bogor Barat.

Pertemuan dengan Walikota Bogor H. Bima Arya terkait pemberitaan di media Berita Satu yg isinya menyatakan akan ada kabar menggembirakan untuk jemaat GKI Yasmin.

Pertemuan dihadiri Walikota Bogor H.Bima Arya, Ketua Forkami Ir. H. Achmad Iman, Camat Bogor Barat, Lurah Curug Mekar dan Sekretaris Forkami. Bertempat di kediaman Ketua Forkami Ir. H. Achmad Iman.

Dalam pemberitaan di Media Berita Satu  tersebut muncul 3 opsi yang sedang dikaji untuk dijalankan. Yaitu ; (1) IMB Baru di Lokasi yang sama, (2)Berbagi Lahan - Masjid - Gereja, dan (3)Relokasi.

Walikota menyatakan dan mengakui bahwa ketiga opsi tersebut benar adanya, dan sedang proses dilaksanakan dg syarat tidak ada lagi pengurus GKI Yasmin yang lama, serta hanya melibatkan tim tujuh dari GKI Pengadilan. Semangat yang dibawa oleh Walikota adalah menyediakan kebutuhan tempat Ibadah baru bagi Jemaat GKI yang sudah semakin banyak jemaatnya dan sudah tidak tertampung di GKI Pengadilan di Jalan Pengadilan Kota Bogor.

Opsi pertama yaitu Pembuatan IMB baru dg lokasi yang sama, diakui oleh Walikota sebagai Pilihan Utamanya. Sebab menurut Walikota opsi lainnya yaitu berbagi lahan dan relokasi terlalu sulit.

Dengan demikian semua proses perijinan untuk menerbitkan IMB baru di lokasi yang sama akan dimulai dari nol.

Jawaban dari Ketua Forkami Ir. H. Achmad Iman.

1. Ketiga Opsi tersebut muncul karena tidak adanya Statement Resmi dari Walikota bahwa Telah terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Panitia GKI Yasmin, berupa Tindak Pidana Penipuan dan  Pemalsuan Tanda Tangan Warga dalam Proses Pembuatan Perijinan IMB GKI Yasmin. Statement Resmi ini sangat diperlukan untuk menegaskan bahwa persoalan GKI Yasmin itu sebenarnya Sudah Selesai.

2. Bahwa Opsi membuat ijin IMB baru di lokasi yang sama akan Membuka Luka Lama yang seharusnya sudah selesai. Suasana yang sudah kondusif selama beberapa tahun belakangan ini akan kembali memanas sebab warga yang merasa telah ditipu dan disakiti secara moral dan hak asasinya oleh Panitia GKI Yasmin tentu tidak akan pernah melupakannya. Perlu diingat oleh semua pihak bahwa kasus GKI Yasmin ini bukanlah kasus SARA atau ada intoleransi, tetapi murni masalah pelanggaran hukum.

3. Opsi Pembuatan Ijin IMB Baru di lokasi yang sama tidak akan pernah tercapai. Sebab Masyarakat di lokasi sekitar sudah sejak lama mengawasi dan apapun akan dihadapi asal tidak ada lagi GKI Yasmin yg sudah terbukti Melanggar Hukum di masa lalu. Ditambah kemudian fakta bahwa jemaat GKI pada dasarnya tidak mempermasalahkan jarak tempuh untuk pergi beribadah.

4. Bahwa karena dua Opsi yaitu Pembuatan Ijin IMB baru di lokasi yang sama dan Berbagi lahan - Masjid - Gereja, Tidak Mungkin lagi dilakukan, maka opsi terakhir yaitu Relokasi adalah opsi yang paling mungkin dilakukan oleh Walikota. Sebab peluang tersebut justru masih sangat terbuka. Walaupun hal itu diawal dianggap sulit oleh Walikota karena prosesnya yang panjang, tetap saja seluruh proses dalam ketiga opsi di awal juga akan membutuhkan waktu panjang, artinya sama saja.

5. Bahwa sebelum opsi Relokasi dijalankan ada baiknya Walikota mengajak Jemaat GKI Pengadilan di Jalan Pengadilan Kota Bogor untuk Merenovasi Bangunannya menjadi lebih layak tampung. Misalkan ditambah lagi jumlah lantainya.  Kemudian menyediakan rekayasa lokasi Parkir yang memadai di hari2 jemaat GKI Pengadilan melakukan Ibadahnya. Lokasi parkir bisa mencontoh di negara-negara maju contohnya seperti di Guang Zhou Cina. Masyarakat Guang Zhou sudah terbiasa parkir ditempat yang agak jauh dan berjalan kaki menuju lokasi. Untuk di kota Bogor pilihan lokasi menggunakan Lapangan Sempur yang tidak terlalu jauh dari GKI Pengadilan.

6. Proses Relokasi di lokasi yang baru dilakukan harus melalui Pemetaan yang akurat dan kajian mendalam yang melibatkan masyarakat sekitar, serta sesuai peraturan hukum yang berlaku, sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang bisa mendukung.

7. Semua proses yang dilakukan semangatnya adalah agar tidak perlu lagi ada opsi mendirikan Gereja dilokasi yang sama atau berdekatan demi menjaga situasi yg sudah tentram selama ini.

*

Kesepakatan

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan bahwa Walikota akan lebih komunikatif dan lebih mempertimbangkan opsi Relokasi sebagai pilihan utama solusi penyelesaian, dengan dukungan masyarakat Muslim Kota Bogor.



01/Forkami/VIII/2019
Sekretaris Forkami








Politik (40)



















Langganan RSS



Oktober, 2019
MSSR KJS
  12345
6789101112
1314151617 1819
20212223242526
2728293031  





272127

Pengunjung hari ini : 18
Total pengunjung : 103622

Hits hari ini : 75
Total Hits : 272127

Pengunjung Online: 1





Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling